KARO, HD7.id — Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara bersama tim Inavis Polres Karo melakukan penyelidikan langsung di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karo Sempajaya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Jumat (14/8/2026).
Langkah ini menyusul insiden diduga keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa SMA Negeri 1 Berastagi.
Dalam pemeriksaan tersebut, tim menyita dan mengambil sejumlah barang bukti berupa sisa makanan serta sampah limbah dapur untuk diuji lebih lanjut di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Dandim 0205/Tanah Karo, Letkol Inf Robert Panjaitan, meminta instansi terkait menelusuri akar masalah di balik insiden ini. Ia sekaligus menegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam operasional dapur tersebut.
"Kami meminta instansi terkait memeriksa apa penyebabnya sehingga siswa diduga keracunan setelah menyantap makanan yang disediakan SPPG Karo Sempajaya. Dapur MBG ini memang terletak di area Kodim, namun kami hanya menyediakan tempat. Urusan memasak hingga penyediaan bahan makanan sama sekali tidak kami campuri. Sekali lagi, Kodim tidak ada kaitannya dengan Badan Gizi Nasional di lokasi ini," ujar Panjaitan.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Berastagi, Normawati br Ginting, mengungkapkan jumlah siswa yang diduga terdampak mencapai 247 orang. Sebagian besar telah dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Efarina, Amanda, dan RSUD, dan kondisinya kini berangsur membaik.
"Setelah rapat, saya langsung memerintahkan guru untuk mendampingi siswa yang masih dirawat. Tadi masih ada tiga siswa yang mengeluh pusing dan segera dirujuk ke RS Amanda," kata Normawati.
Pihak berwenang terus menelusuri hasil pemeriksaan laboratorium guna menentukan langkah selanjutnya. Redaksi tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan membuka ruang hak jawab bagi seluruh pihak terkait.
Dirgantara7//Tim-red

