PRINGSEWU, HD7.id — Menanggapi kondisi kekeringan yang melanda serta dampak sebaran abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau, Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengajak seluruh masyarakat Muslim untuk melaksanakan Shalat Istisqa secara bersama-sama pada Jumat (11/9/2026).
Ibadah dan doa bersama itu akan dilangsungkan di Lapangan Pemerintah Kabupaten Pringsewu, mulai pukul 07.30 WIB. Kegiatan ini menjadi ikhtiar kolektif warga untuk memohon kepada Allah SWT agar menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, sekaligus meringankan berbagai kesulitan yang tengah dihadapi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, KH. Sujadi Saddat mantan Bupati Pringsewu periode 2011–2022 akan bertindak sebagai imam shalat.
Sementara itu, Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas akan menyampaikan khotbah.
Bupati H. Riyanto Pamungkas mengajak seluruh masyarakat untuk hadir dan mengikuti pelaksanaan Shalat Istisqa dengan penuh kekhusyukan dan kerendahan hati.
“Kita sedang menghadapi kondisi yang tidak mudah. Di satu sisi, kita sangat membutuhkan hujan mengingat kemarau yang panjang. Di sisi lain, masyarakat juga merasakan dampak abu vulkanik yang menyebar di wilayah kita. Mari kita jadikan momentum ini untuk bersama-sama berikhtiar, berdoa, dan memohon pertolongan kepada Allah SWT,” ujar Bupati.
Menurutnya, pelaksanaan Shalat Istisqa bukan sekadar permohonan turunnya hujan, melainkan juga momen berharga untuk melakukan introspeksi diri, memperbanyak istighfar, serta mempererat kebersamaan dan kepedulian antarwarga di tengah masa sulit.
“Mari kita bersama-sama mengetuk pintu langit. Semoga Allah SWT menurunkan hujan yang membawa rahmat, membersihkan udara dan lingkungan dari dampak abu, menyuburkan kembali tanah yang kering, serta mencukupkan kebutuhan air bagi seluruh masyarakat,” lanjutnya.
Selain berdoa bersama, pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak abu vulkanik, menjaga kesehatan, serta senantiasa mengikuti informasi dan arahan resmi dari pemerintah maupun instansi terkait.
Di tengah tantangan kekeringan, masyarakat juga diharapkan menggunakan air bersih secara bijaksana, hemat, dan turut menjaga kelestarian sumber-sumber air yang masih tersedia.
“Pemerintah terus berupaya melakukan berbagai langkah penanganan dan antisipasi. Namun, segala upaya tersebut akan lebih bermakna jika berjalan beriringan dengan kesadaran dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat. Mari kita saling membantu, menjaga lingkungan, menghemat air, dan tak lupa senantiasa berdoa,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Pringsewu mengundang seluruh masyarakat Muslim untuk hadir dalam pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut. Semoga Allah SWT mengabulkan doa bersama ini, menurunkan hujan yang membawa rahmat dan keberkahan, mengakhiri kekeringan, membersihkan lingkungan dari dampak abu vulkanik, serta mencukupkan kebutuhan air dan memberikan keselamatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Pringsewu.
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Dirgantara7//Roli.y

