LAMPUNG, HD7.id – Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) justru dirasakan dampaknya oleh sejumlah ibu rumah tangga. Warga menilai pergerakan harga kebutuhan pokok berbanding terbalik saat MBG libur bertepatan libur sekolah, harga sayuran dan bumbu dapur cenderung stabil, namun begitu program mulai beroperasi, harga kebutuhan pokok justru naik drastis, Jumat (17/7/2026).
"Sekarang harga bahan sembako semua naik. Ini terjadi karena MBG sudah mulai masuk. Kemarin saat anak sekolah libur dan program berhenti berjalan, harga telur, bawang, cabai dan keperluan dapur lainnya justru stabil," ocehan para emak-emak saat berbincang dengan pedagang sayur di pasar tradisional.
Kondisi pasar kini dinilai semakin tidak menentu. "Sekarang sudah tidak karuan, persaingan semakin ketat sehingga berdampak buruk bagi kebutuhan dapur," kata si penjual sayur.
Dalam celotehan tersebut mereka menyampaikan apresiasi terhadap berbagai program bantuan yang digulirkan pemerintah pusat, namun kenyataan yang dirasakan di lapangan justru sebaliknya. Bantuan yang seharusnya meringankan beban, dirasakan malah membebani, karena adanya pihak-pihak yang memanfaatkan momen untuk meraup keuntungan pribadi.
"Terima kasih kami ucapkan kepada pemerintah pusat atas semua program bantuan, namun yang kami rasakan justru sebaliknya. Kami mohon, jika benar-benar ingin manfaatnya sampai ke rakyat, kawal dan perhatikan dampak yang dirasakan di lapangan," ucap meraka penuh harap.
Warga juga meminta meringankan beban dan keseriusan dalam pengawasan agar tidak terjadi ketimpangan.
"Jangan rakyat kecil saja yang disuruh berhemat, sementara pejabat hidup mewah. Pemerataan hasil kekayaan alam sulit diwujudkan jika masih banyak mental serakah yang berkeliaran," tegasnya.
Dirgantara7//***

