TANGGAMUS, HD7.id – Kabar buruk soal jalan tanjakan di Dusun Bojong Keramat, Pekon Taman Sari, Kecamatan Pugung, kembali terkonfirmasi. Kali ini, fakta tak bisa dibantah lagi, sebuah mobil pikap L300 bermuatan beras terguling miring menempel tebing, saat melaju menuju Dusun Tanjung Baru. Jalur yang sudah lama viral di media sosial dan pemberitaan itu, hingga hari ini tetap sama belum tersentuh perbaikan berarti.
Fakta di lapangan terlihat jelas dari gambar permukaan jalan berlubang, berbatu, tanah becek, dan tanjakannya terjal di sisi tebing. Meski kondisi sudah agak kering, kendaraan bermuatan 2 ton tak sanggup melaju. Muatan beras berceceran, kendaraan rusak parah. Belum lagi jika hujan turun, jalur ini berubah menjadi jebakan lumpur yang jauh lebih berbahaya.
Info warga menyebut, ini adalah satu‑satunya akses hidup. Jalan ini menjadi urat nadi perekonomian untuk mengangkut hasil bumi, sekaligus jalur harian anak sekolah dan warga. Saat musim hujan, jalan lumpuh total. Kendaraan harus dipasangi rantai ban agar tak tergelincir, banyak yang terjatuh. Bahkan pertolongan nyawa pun tersendat.
"Kalau ada warga sakit, kadang harus digotong keluar. Ambulans tak bisa naik, terpaksa menunggu di bawah tebing," laporan warga kepada Hariandirgantara7.id Senin (22/6/2026) malam
Tudingan perlahan menguat, apakah jalan ini hanya menjadi bahan pemberitaan, tanpa tindak lanjut nyata? Masyarakat tak meminta aspal mulus, mereka hanya butuh jalan yang aman dilalui saat hujan, agar tiga hal mendasar terjamin, keselamatan anak sekolah, akses kesehatan, dan kelancaran ekonomi.
Seorang pemerhati lingkungan berkomentar sinis "Mobil ini membawa kebutuhan pokok warga, sampai berasnya tumpah di jalan. Dari kejadian kecil ini terlihat jelas, janji pemerataan pembangunan yang digembar‑gemborkan, nyatanya terhenti di bibir saja. Di lapangan, warga masih harus berjuang sendiri menaklukkan jalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara." Ungkapnya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Sementara itu, tanjakan berbatu itu tetap berdiri angker, menjadi saksi bisu, antara janji pembangunan dan kenyataan di lapangan masih terpisah sangat jauh.
Dirgantara7//Roli.y

