LAMPUNG TIMUR, HD7.id — TAMAN Nasional Way Kambas bertransformasi menjadi kawasan konservasi yang tidak hanya melindungi satwa liar, tetapi juga menjamin keamanan warga di sekitarnya melalui sinergi lintas sektor.
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si., bersama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., jajaran Polda Lampung, dan Bupati Lampung Timur meninjau langsung progres pembangunan fasilitas mitigasi konflik manusia dan gajah pada Senin (31/8/2026).
Pembangunan yang telah mencapai sekitar 65 persen mencakup pemasangan pagar besi di sejumlah titik strategis kawasan, ditargetkan tuntas pada Oktober 2026. Langkah ini menjadi benteng fisik utama untuk mencegah gajah keluar dari habitatnya dan berinteraksi dengan permukiman warga.
"Memang untuk memitigasi konflik antara manusia dengan gajah. Kita lihat di sepanjang ini ada pagar-pagar besi yang sudah dibuat," ujar Pangdam Kristomei.
Sinergi tidak berhenti pada pembatas fisik. Pendekatan berbasis lingkungan dan pemberdayaan masyarakat juga dikembangkan, antara lain melalui budidaya tanaman dan hewan yang tidak disukai gajah, seperti serai dan lebah.
"Serai dan lebah ini tidak disukai gajah sehingga turut menjaga supaya gajah tidak keluar. Hasilnya juga bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar, seperti madu dan serai," tambahnya.
Ke depannya, Way Kambas diarahkan menjadi pusat ekowisata bertaraf internasional dengan penguatan fasilitas konservasi, perawatan gajah, serta peningkatan kapasitas mahout atau pawang gajah. Rencana studi banding ke Thailand juga disiapkan untuk mengadopsi metode pengelolaan dan perawatan yang lebih optimal.
Sementara itu, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menekankan pentingnya pengawasan kawasan, terutama dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kesiapsiagaan personel tetap dijaga melalui pemantauan lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat. Langkah mitigasi melalui teknologi modifikasi cuaca atau hujan buatan juga dipersiapkan sebagai upaya pencegahan.
"Teman-teman dari Kodam, teman-teman dari kepolisian masih standby di sini. Ada yang melakukan sosialisasi, ada juga yang monitoring," ungkap Gubernur.
Kolaborasi TNI, Pemda, dan kepolisian ini menjadi fondasi penting dalam menjaga Way Kambas bukan hanya sebagai rumah bagi satwa liar, tetapi juga sebagai kawasan konservasi yang memberikan rasa aman bagi masyarakat dan memiliki nilai strategis bagi masa depan ekowisata Lampung.
Sumber: Pendam XXI Radin Inten
Dirgantara7//Roli.y

