Duet Birokrasi Lampung Tengah: Bupati Divonis Bui, Sekda Nyusul Jadi Tersangka


Bandar Lampung, HD7.id — Roda birokrasi di Kabupaten Lampung Tengah tampaknya punya cara pandang unik soal "sinergi" kerja. Alih-alih kompak membangun daerah atau menorehkan prestasi pelayanan publik, sang bupati dan sekretaris daerah (sekda) justru kompak menjajaki fasilitas penginapan gratis di hotel prodeo dari negara: sel tahanan.

Kisah sukses duet ini bermula dari sang bupati nonaktif, Ardito Wijaya, yang pada Kamis, 27 Agustus 2026, resmi divonis 5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungkarang akibat kasus suap dan pengaturan proyek. 

Tidak hanya mendapat jatah kamar hotel prodeo selama setengah dekade, ia juga dengan sukarela dibebani kewajiban mengembalikan miliaran rupiah uang negara. Sebuah bentuk pengabdian finansial yang sangat totalitas.

Belum juga tinta putusan sang atasan kering, sang bawahan. Sekretaris Daerah Lampung Tengah, Welly Adiwantra langsung mengambil estafet untuk menyusul. 

Setelah sempat bermain petak umpet dengan mangkir dari panggilan penyidik, ia akhirnya resmi ditahan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Lampung pada Jumat, 18 September 2026.

Terkait penahanan sang sekda, Dirreskrimsus Polda Lampung Kombes Pol Heri Rusyaman memberikan keterangan

"Ya, hari ini yang bersangkutan datang ke Polda Lampung didampingi kuasa hukumnya. Tadi sudah dilakukan pemeriksaan, usai diperiksa saudara W langsung dilakukan penahanan untuk membantu, mempermudah, dan mempercepat proses penyidikan," ujar Heri saat memberikan keterangan Jumat (18/9).

Hebatnya, Pak Sekda memilih jalur kreatif yang tak kalah ciamik, kasus dugaan korupsi pengangkatan ratusan tenaga honorer fiktif. Rupanya, menggaji pegawai gaib jauh lebih menggiurkan ketimbang mengurusi pegawai nyata yang benar-benar bekerja untuk rakyat.

Mulai dari suap proyek pengadaan hingga honorer fiktif, Lampung Tengah benar-benar membuktikan diri sebagai daerah yang konsisten. Ketika bos di tingkat kabupaten divonis bui, sang sekda dengan sigap menyempurnakannya lewat jeruji besi polda.

Sebuah teladan birokrasi yang patut diacungi jempol, dari meja kerja mewah langsung menuju sel tahanan, tanpa transit prestasi sedikit pun.

Dirgantara7//** 

Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung terimakasih

Lebih baru Lebih lama
Hasil penelusuran

نموذج الاتصال