Tanggamus, HD7.id — Rapat paripurna DPRD Tanggamus, Lampung dengan agenda penyampaian APBD Perubahan 2026 mendadak jadi panggung kedisiplinan yang lesu. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Agung Setyo Utomo, Senin (14/9/2026),
Ruang sidang utama tampak lengang karena dari 45 wakil rakyat yang digaji rakyat, hanya 27 orang saja yang sudi menampakkan batang hidung. Sebanyak 18 legislator lainnya memilih mangkir, dua sakit, 13 izin, dan tiga lenyap tanpa kabar.
Di hadapan separuh dewan yang hadir dengan setengah hati itu, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi dengan tenang memaparkan sejumlah anggaran.
Pendapatan daerah dipangkas tipis dari Rp1,67 triliun menjadi Rp1,64 triliun, namun belanja daerah justru digaspol naik dari Rp1,72 triliun menjadi Rp1,74 triliun.
Supaya dapur belanja tetap 'ngebul' di ujung tahun, jurus andalannya pun kluar, penerimaan pembiayaan dikerek naik jadi Rp130,2 miliar, ditopang utang pinjaman daerah baru senilai Rp65 miliar plus SiLPA tahun lalu.
Tak cuma menanggung beban utang yang makin buncit, para legislator yang hobi absen ini langsung dibebani enam Rancangan Perda sekaligus.
Mulai dari urusan sampah, utak-atik struktur birokrasi, cetak biru industri, hingga aturan main Kepala Pekon yang mengekor tren masa jabatan empuk delapan tahun.
Menjelang akhir acara, Bupati Moh. Saleh Asnawi menutup rapat dengan imbauan penuh semangat,
“Mari kita bekerja-sama, bekerja lebih keras. Insya Allah, langkah kita dimudahkan dan diridhai oleh Allah SWT.” pungkasnya
Di bawah pengawasan para wakil rakyat yang separuhnya lebih rajin bolos ketimbang manggung, publik tentu berharap utang puluhan miliar demi menggenjot belanja di pengujung tahun ini benar-benar membawa berkah bagi warga Tanggamus, bukan sekadar menggugurkan kewajiban di atas kertas.
Dirgantara7//**

