PRINGSEWU, HD7.id – Suasana di Pekon Kemilin, Kecamatan Pagelaran Utara (Pantura), tampak riuh sejak Minggu pagi. Puluhan warga berkumpul untuk mengikuti senam sehat bersama sebelum menyampaikan berbagai keluhan kepada Anggota DPRD Kabupaten Pringsewu, Hermawan, S.T., dalam agenda reses daerah pemilihan, Minggu (30/8/2026).
Seusai senam, sesi dialog langsung mencair. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk menumpahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan, nasib usaha kecil, hingga kendala layanan kesehatan yang mendadak terhenti.
"Aspirasi panjenengan semua adalah dasar kami dalam menyusun kebijakan maupun memperjuangkan program di tingkat kabupaten. Suara masyarakat harus menjadi prioritas utama," kata legislator dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini di hadapan konstituennya.
Solusi BPJS Kesehatan Nonaktif
Salah satu momen paling dinamis terjadi saat warga mempertanyakan status kepesertaan BPJS Kesehatan mereka yang tiba-tiba tidak aktif.
Menjawab kekhawatiran tersebut, Hermawan mengungkapkan bahwa saat ini ada sekitar 60.000 kartu BPJS Kesehatan warga Pringsewu yang dinonaktifkan oleh pemerintah daerah. Namun, ia memastikan masyarakat tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu membutuhkan penanganan medis mendesak.
"Bagi warga Pekon Kemilin yang mau berobat tapi BPJS-nya mati, bisa langsung koordinasi dengan aparat pekon setempat. Bagi yang sakit atau ibu hamil yang mau melahirkan, langsung saja ke puskesmas atau rumah sakit milik pemerintah daerah, nanti kita bantu pengawalannya," tegas Hermawan.
Dorong Ekonomi Ibu-ibu dan Realisasi Pembangunan 2026
Tak hanya soal kesehatan, sektor ekonomi keluarga juga menjadi perhatian warga. Marlena, seorang warga setempat, menyampaikan harapannya agar para pelaku usaha mikrokhususnya kelompok ibu-ibu mendapatkan pembinaan intensif dari pemerintah.
"Kami ingin ada pendampingan khusus agar usaha ibu-ibu di sini bisa berkembang pesat dan membantu ekonomi keluarga," tutur Marlena.
Merespons aspirasi warga, Hermawan memaparkan sejumlah alokasi program pembangunan yang siap dikucurkan ke Pekon Kemilin pada tahun anggaran 2026. Alokasi tersebut mencakup renovasi masjid dan TPA, bantuan program bedah rumah layak huni, hingga insentif untuk guru ngaji dan imam masjid.
Tokoh masyarakat Kemilin, H. Sai'an, mengapresiasi kehadiran dan kerja nyata legislator PKB tersebut. Menurutnya, perhatian Hermawan sangat berarti bagi desa mereka yang selama beberapa tahun terakhir terkesan luput dari prioritas pembangunan.
Acara yang berlangsung hangat hingga penutupan ini diakhiri dengan penyerahan kenang-kenangan secara simbolis oleh Hermawan kepada warga. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran perangkat pekon, tokoh pemuda, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Aisyah Pringsewu (UAP).
Dirgantara7//Reza

