Jembatan Gantung Podosari Pringswu: Wisata Sore yang Mengangkat Ekonomi Warga

 

PRINGSEWU, HD7.id — Jembatan Gantung Podosari kini bukan sekadar infrastruktur penghubung. Berdiri tegak di atas aliran Sungai Way Sekampung, jembatan ini menghubungkan Pekon Podosari dengan Pekon Sukoharjo 4, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu. Minggu (20/9/2026).

Dibangun pada periode 2025–2026 oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Lampung, jembatan ini perlahan menjelma menjadi kebanggaan sekaligus penggerak kehidupan masyarakat setempat.

Dengan tiang penyangga utama berwarna merah yang mencolok, warga pun akrab menjulukinya sebagai "Jembatan Ampera versi Pringsewu", mengingat kemiripannya dengan ikon Jembatan Ampera di Palembang.

Fungsi utamanya membuka akses antarwilayah yang sebelumnya sulit dijangkau, memperlancar mobilitas warga, sekaligus membuka ruang bagi berkembangnya aktivitas ekonomi harian. 

Papan informasi yang terpasang mencantumkan aturan keselamatan ketat, kapasitas maksimal 40 orang melintas sekaligus, dilarang berhenti maupun berfoto di pagar pembatas, anak-anak wajib didampingi orang dewasa, kendaraan roda empat dilarang kecuali ambulans, serta larangan menyeberang saat hujan deras atau banjir.

Setiap sore, kawasan ini berubah menjadi tempat berkumpul yang hidup. Warga datang berjalan santai, berburu foto pemandangan, sekadar menikmati angin sungai, atau berkeliling di antara deretan lapak pedagang yang menjajakan makanan dan minuman. 

Tarif parkir yang ditetapkan pun murah meriah, turut mendorong kenyamanan pengunjung yang datang berdatangan.

Muhlasin, pengunjung yang datang dari Kabupaten Tanggamus, mengaku terkesan dengan kehadiran jembatan tersebut.

"Kami melihat jembatan ini, sangat terhibur. Saya datang bersama warga lainnya menikmati suasana di sini," ujarnya, Minggu (20/9).

Saryono, warga yang bertugas mengelola parkir di lokasi, menuturkan antusiasme masyarakat telah terlihat sejak sebulan terakhir.

"Sangat-sangat berterima kasih, ini sangat-sangat terbantu. Sudah berjalan sebulan lebih, kalau sore rame, Pak," kata Saryono.

Warga setempat juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah. Jembatan ini dinilai tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kini mulai berdagang di sekitar kawasan.

Warga berharap pengelolaan kawasan ini terus ditingkatkan mencakup penataan lapak pedagang, pemeliharaan kebersihan, serta kepatuhan terhadap aturan keselamatan agar manfaat "Jembatan Ampera versi Pringsewu" ini dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat.

Dirgantara7//Roli.y

 

Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung terimakasih

Lebih baru Lebih lama
Hasil penelusuran

نموذج الاتصال