PRINGSEWU, HD7.id — Para pejabat desa dan masyarakat di Kabupaten Pringsewu, Lampung, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan berbasis pesan singkat. Pasalnya, nama Murawi, seorang anggota organisasi masyarakat (ormas) Laskar Merah Putih (LMP), dicatut oleh oknum tak dikenal untuk meminta sejumlah uang kepada beberapa Kepala Pekon (desa) di wilayah setempat, Selasa (18/8/2026).
Dalam melancarkan aksinya, pelaku disinyalir menggunakan beberapa nomor ponsel berbeda, salah satunya nomor 0823xxxx20 sebagaimana tertera pada tangkapan layar percakapan milik korban. Pelaku menghubungi para kepala pekon dengan mengaku sebagai "Rawi" dari LMP guna meyakinkan targetnya bahwa pesan tersebut benar-benar berasal dari Murawi.
Modus operandi yang dilancarkan pelaku terbilang beragam dan manipulatif. Pelaku berpura-pura meminjam uang, hendak menggadaikan sepeda motor, hingga menjual narasi musibah keluarga. Dalam insiden terbaru, pelaku bahkan berbohong dengan mengklaim anaknya baru saja meninggal dunia dan membutuhkan biaya mendesak untuk menyewa mobil ambulans.
Murawi secara tegas membantah telah mengirimi pesan maupun meminta bantuan finansial kepada para pejabat desa tersebut. Ia mengaku sangat dirugikan atas pencatutan identitas diri dan nama organisasinya.
"Saya tidak pernah meminta uang kepada para lurah dengan alasan seperti itu. Kalau ada yang menghubungi dan mengatasnamakan saya, apalagi meminta uang, sebaiknya dikonfirmasi langsung terlebih dahulu," tegas Murawi.
Ia mengingatkan para kepala pekon dan masyarakat luas untuk memperketat kewaspadaan. Menurutnya, pelaku penipuan kerap berganti nomor ponsel dan tidak menutup kemungkinan memanfaatkan nomor yang sudah dikenal calon korban guna mengikis kecurigaan.
Murawi juga mengimbau siapa pun yang menerima pesan serupa untuk menahan diri dan tidak langsung melakukan transfer uang. Setiap bukti percakapan, riwayat nomor pengirim, serta bukti transaksi disarankan untuk disimpan rapat sebagai bahan verifikasi awal dan dasar pelaporan resmi ke pihak berwajib.
Catatan Redaksi: Penulisan nomor ponsel 0823xxxx20 dalam pemberitaan ini mengacu pada keterangan Murawi serta bukti tangkapan layar percakapan. Redaksi memegang teguh asas praduga tak bersalah dan tidak menyimpulkan pemilik nomor sebagai pelaku sebelum adanya proses verifikasi dan hukum resmi dari pihak berwenang.
Dirgantara7//Fery

