TANGGAMUS, HD7.id — Musibah kebakaran yang menghanguskan rumah kayu milik Haryati Komala Sari (55) di Dusun Jati Mulyo, Pekon Way Manak, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menyisakan duka mendalam. Seluruh harta benda milik keluarga prasejahtera tersebut ludes, termasuk seragam dan perlengkapan sekolah milik anak dan cucunya.
Seragam dan peralatan belajar milik Ola (siswi SMPN Sukoharjo), Oca (murid MI Gunung Tiga), dan Dino (siswa SMK Pugung) hangus tak tersisa bersama seluruh isi rumah. Ketiadaan perlengkapan belajar ini membuat masa depan pendidikan ketiga anak tersebut kini terancam terhenti sementara.
Masyarakat Pekon Way Manak pun mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus, Dinas Pendidikan, serta jajaran terkait untuk segera turun gunung menyalurkan bantuan darurat.
"Kisah pilu ini, Bang. Kebakaran membuat rumah ludes dan seragam sekolah habis. Sampai kini belum terlihat ada bantuan mendesak untuk perlengkapan anak-anak sekolah," ungkap salah seorang warga setempat kepada media ini, Minggu (23/8/2026).
Warga berharap Pemkab Tanggamus dapat segera bertindak cepat memprioritaskan bantuan seragam, buku, dan alat tulis agar ketiga anak tersebut bisa kembali belajar, di samping uluran tangan untuk pembangunan kembali hunian yang layak.
Polisi Olah TKP dan Identifikasi Kerugian
Sementara itu, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Pugung Polres Tanggamus menggelar identifikasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada Sabtu (22/8/2026), usai pemilik rumah tiba di lokasi dari luar daerah.
Kapolsek Pugung, Ipda Dr. Agustri Kurniawan, mengonfirmasi bahwa insiden yang melahap bangunan kayu berukuran 7 x 12 meter tersebut terjadi pada Jumat (21/8) sekira pukul 03.30 WIB.
"Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong. Pemiliknya, Ibu Haryati, sedang berada di Tangerang, sementara anak dan cucunya juga sedang tidak berada di lokasi," ujar Agustri mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga korban, Umi Salama (38), yang terbangun usai mendengar suara gemertak kayu terbakar. Umi bersama suaminya, Habibi, langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar untuk memadamkan api secara swadaya.
"Warga sempat bahu-membahu menundukkan api. Satu unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 05.15 WIB. Namun, karena material bangunan mayoritas papan kayu, api bergerak cepat hingga rumah ludes dan menyisakan bara," jelas Agustri.
Pihak kepolisian menaksir kerugian material akibat musibah ini mencapai Rp 100 juta. Dari seluruh isi rumah, warga hanya sempat menyelamatkan satu unit mesin cuci.
"Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kami masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan mengamankan lokasi," pungkasnya.
Dirgantara7/Roli.Y

