Roti MBG di SDN 1 Dadimulyo Tanggamus Berjamur, Wali Murid Keluhkan Kualitas Jangka Panjang

 

TANGGAMUS, HD7.id - Empat buah roti dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Dadimulyo, ditemukan berjamur dan tidak layak konsumsi. Keluhan tersebut muncul pada Selasa (24/2/2026) terkait pelayanan dari dapur MBG yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan Nomor Registrasi ORCVNRRI. Pekon Dadimulyo RT.001 RW.001 Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus


Laporan yang masuk menyatakan secara jelas "Mohon maaf, roti di SDN 1 Dadimulyo ada 4 yg berjamur" yang mengindikasikan terjadinya pelanggaran terhadap standar keamanan pangan yang wajib diterapkan dalam program tersebut.

 

Roti dalam Kemasan Sudah Terlihat Pertumbuhan Jamur

 

Roti yang dikemas plastik bening menunjukkan pertumbuhan jamur mencolok pada seluruh permukaan bahkan sebelum kemasan dibuka. Hal ini membuktikan tidak adanya pemeriksaan kualitas yang memadai sebelum distribusikan kepada siswa.

 

Konsumsi roti berjamur berisiko menyebabkan gangguan pencernaan akut, reaksi alergi, hingga keracunan makanan pada anak-anak. Kasus ini mengungkap kegagalan sistem pengawasan yang seharusnya menjamin keamanan setiap porsi makanan.

 

Peraturan Badan Gizi Nasional (BGN) jelas menetapkan bahwa makanan MBG harus higienis, disimpan pada suhu tepat, dan diperiksa menyeluruh sebelum penyajian. Kondisi roti berjamur mengindikasikan kelalaian serius pada tahap penyimpanan, pengendalian mutu, atau distribusi.

 

Wali Murid: Keluhan Sudah Ada Sebelumnya

 

Salah satu wali murid yang tidak ingin disebutkan nama mengaku kecewa dengan kualitas makanan MBG yang sebagian besar berupa makanan kering. Ia mengungkapkan kekhawatiran serius terkait dampak bagi kesehatan anak-anak.

 

"Menu yang disajikan tidak sesuai harapan dan kami khawatir bisa menyebabkan keracunan," katanya.

 

Menurutnya, pada hari sebelumnya juga ditemukan hidangan ayam dengan sayuran yang mengeluarkan bau tidak sedap sehingga tidak dapat dimakan dan harus dibuang. Ia menambahkan, keluhan serupa juga datang dari sejumlah wali murid lain di sekolah.

 

"Patut dipertanyakan sejauh mana standar BGN diterapkan untuk makanan anak-anak," ucapnya.

 

Pihak Terkait Belum Berikan Tanggapan

 

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Dadimulyo maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan kasus tersebut. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp dan telepon, namun belum membuahkan hasil.

 

Tim media ini membuka ruang yang luas untuk hak jawab guna menyeimbangkan berita yang disajikan. Segala bentuk tanggapan, klarifikasi, maupun penjelasan,  akan kami terima dengan senang hati dan segera disampaikan kepada publik.

 

Masyarakat menuntut pemeriksaan mendalam terhadap seluruh rantai pasokan makanan MBG di Kabupaten Tanggamus, termasuk verifikasi kredibilitas penyedia dan evaluasi sistem pengawasan yang berjalan, 


Dirgantara7//***

Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung terimakasih

Lebih baru Lebih lama
Hasil penelusuran

نموذج الاتصال