Sungai Way Ratai Jadi Kolam Kimia, LSM dan WN88 Tekan APH Usut Kasus Emas Ilegal di Desa Bunut

 

PESAWARAN, HD7.id – Ada kabar nggak enak banget nih dari Desa Bunut, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran! LSM Trinusa DPD Provinsi Lampung, barsama WN88 Sub Unit 13 lagi ngegas parah buat Aparat Penegak Hukum (APH) cepetan dong ngusut dan NGENTUIN aja kegiatan pengolahan limbah tong emas secara ilegal yang lagi bikin onar sana! Bukan cuma bikin Sungai Way Ratai jadi kayak "kolam kimia eksperimen" tapi diduga ada pejabat setempat yang ikut "nongkrong dapet cuan" di dalamnya.

 

Begini ceritanya gan! tim investigasi WN88 Sub Unit 13 baru-baru ini nyusuri lokasi dan ketemu dongengnya sendiri! Ternyata proses pengolahan emas dari limbah pasir tambang itu pake bahan yang bikin bulu roma merinding, AIR RAKSA alias merkuri! Ditambah campuran zat kimia lain yang bisa bikin kulit jadi gatal-gatal sampe bengkak, dan lingkungan jadi "kacau balau" kayak pasar malam setelah tutup!

 

Septa Yadi, pengurus WN88 Sub Unit 13, langsung ngebanting tangan saat cerita: "Waduh bang... keberadaan ini bikin masyarakat kita meresahkan parah! Mereka sibuk aja cari emas, mikir cuma untung sendiri lingkungan kita, kesehatan anak-anak kita dianggap apa? Kayaknya barang bekas aja deh!" ujarnya dengan nada kesal banget pada Rabu (7/1/2026).

 

Yang MALAH BIKIN JENGKEL BANGET ketika teman-teman masyarakat kasih teguran resmi lewat surat ke Kepala Desa Bunut yang cuma dikenal dengan inisial K, malah di-"swipe" kayak pesan WA yang tidak penting! "Saya rasa, beliau itu pasti ada hubungannya dong... kalau nggak kenapa surat kita dikira angin lalu? Bisa jadi dia ikut ambil bagian atau malah jadi pelindungnya!" tegas Yadi dengan mata yang mulai menyala panas!

 

Dari hasil investigasi yang bikin jengkel ini, juga teridentifikasi beberapa "wajah tersembunyi" dengan inisial UK, B, S, dan M yang diduga jadi otak dalam kerusakan lingkungan yang parah di lokasi tersebut. Kayaknya mereka punya "izin khusus" buat merusak alam tanpa ada rasa bersalah sama sekali!

 

Faqih Fakhrozi S.Pd., Sekjen LSM Trinusa DPD Provinsi Lampung yang juga ikut turun ke lapangan, langsung ngaku kecewa parah sebagai anak daerah Lampung. 


"Kita lahir besar di sini, sayang sama alamnya tapi ada segelintir orang yang rela buat 'ngecoreng' nama baik daerah kita cuma demi duit aja! Mereka kerja pengolahan aja seolah tidak ada besok, zat kimia langsung dialirkin ke sungai yang kita pakai buat mandi, cuci piring, bahkan minum!" sambung Faqih sambil mengoceh keras, 


"Jelas-jelas kejahatan yang terang-terangan dong! Tapi kok kepala desa dan APH setempat malah memilih 'tidak melihat' aja? Seperti punya tudung ajaib yang bikin mata jadi buta sama kejahatan!" Sindirnya 

 

Bilang aja kalau mereka sudah capek buat diam! Kedua organisasi ini langsung kasih tekanan keras ke Polda Lampung dan Polres Pesawaran, cepet-cepet dong ngusut kasus ini dan jemput aja mereka ke tempat yang tepat! Jangan sampe mereka kabur atau malah dilindungi!"

 

Kalau aparat masih aja main pelan-pelan atau bahkan tetap diam kayak patung, mereka langsung mengancam bakal bikin heboh banget! "Kita bakal gelar aksi unjuk rasa di depan kantor DLH Provinsi, Dinas ESDM, bahkan Polda Lampung sendiri! Bukan cuma omong kosong aja, kita bakal bawa bukti-bukti yang jelas dan ajak seluruh masyarakat yang marah buat ikut!" pungkas Faqih dengan suara yang menggelegar.

 

 

TINDAKAN HUKUM YANG GA MAIN-MAIN – JANGAN SAMPAI KENA YA!

 

Inget dong gan! berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup, kegiatan pembuangan limbah B3 kayak merkuri ke lingkungan tanpa izin itu adalah TAHANAN AJAIB yang bisa bikin orang masuk penjara!

 

• Pidana penjara paling cepet 1 tahun, paling lama 3 tahun cukup buat "liburan panjang" di tempat yang nggak ada AC dan WiFi!


• Denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp3 miliar angka yang bikin kantong bolong sampe nangis sendirian!

 

Belum lagi kalo ada pejabat berwenang kayak kepala desa yang ikut campur atau malah "tutup mata" bisa dapat sanksi lebih berat lho! Bisa kena tuduhan korupsi atau penyalahgunaan wewenang yang pasti bakal bikin nama jadi hitam dan masa depan jadi bubur kacang!

 

"Jadi jangan salah ya kita sudah kasih kesempatan buat aparat bertindak. Kalau masih aja tidak ada tindakan nyata, siap-siap aja kita bikin perubahan dengan tangan kita sendiri!" tandas Septa Yadi dengan wajah yang serius soo pastinya!


Dirgantara//***


Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung terimakasih

Lebih baru Lebih lama
Hasil penelusuran

نموذج الاتصال