Hebat Banget! Arak Tury Blora Berjaya, APH Diem Aja Sebutnya Ada Atensi

 

BLORA, HD7.id – Begitu aja deh, si Arak Tury dari Desa Turirejo, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, berjalan-jalan bebas kayak orang kaya yang punya VIP pass di mal mewah. Bukan rahasia lagi kan, kalau minuman keras ilegal ini dibuat dengan penuh kasih sayang di belakang rumah warga, tanpa izin, tanpa kontrol kesehatan, tapi tetap saja bisa beredar seolah-olah sudah mendapatkan sertifikat mutu dari siapa pun.

 

Salah satu warga yang cukup beruntung melihat seluruh aksi ini (biar aman, kita sebut saja beliau Bapak N) dengan nada yang penuh ironi menjelaskan


"Ya sudah, di Turi kan terkenal dengan produk khas ini. Tempat pembuatannya di belakang rumah, praktis banget, gak perlu sewa pabrik mahal, gak perlu daftar izin ribet, bahkan gak perlu mikirin apakah bahan yang dipake bikin orang sakit atau tidak. Hebat kan?"

 

Yang lebih menarik lagi, kata Bapak N ternyata para pelaku punya cara yang sangat canggih untuk menjaga kelangsungan bisnis mereka. Mereka menyebutnya dengan istilah yang sangat sopan "atensi". Jadi, bayangkan saja, setiap ada rencana operasi penertiban, mereka akan mendapatkan pemberitahuan khusus seolah-olah sedang berlangganan layanan notification premium.

 

"Aku pernah dengar dari orang sekitar, katanya mereka sudah 'menjaga hubungan baik' dengan berbagai pihak. Jadi kalau ada yang mau datang meninjau, mereka akan tahu lebih dulu. Cerdas kan ya? Seolah-olah aparat penegak hukum jadi 'konsultan bisnis' yang memberikan informasi penting agar usaha mereka tetap 'berjalan lancar'. Padahal kan, tugas mereka adalah menjaga hukum, bukan menjaga bisnis ilegal ini," ujar Bapak N sambil menggeleng-geleng kepala dengan nada yang penuh kecaman terselubung.

 

Dan tentu saja, manfaat dari peredaran miras ilegal ini juga sangat luar biasa bagi masyarakat. Mulai dari orang yang tiba-tiba jadi pahlawan karena mabuk dan suka cari masalah, bentrok antarwarga yang membuat suasana jadi seru, hingga kecelakaan lalu lintas yang membuat jalan jadi tempat acara khusus.

 

"Tentu saja ada dampaknya yang positif Masyarakat jadi lebih aktif karena sering ada keributan, lalu lintas jadi lebih menantang karena ada yang mabuk naik kendaraan. Padahal kita sebenarnya pengen yang damai dan aman aja. Tapi ya sudah, sepertinya pihak berwenang lebih suka melakukan penindakan yang simbolis cuma ambil sedikit contoh, musnahin depan kamera, lalu selesai. Seolah-olah itu sudah cukup untuk menyelesaikan masalah yang jelas-jelas sudah meresahkan ini," jelasnya dengan nada menyindir yang terasa kuat.

 

Masyarakat dengan penuh harapan yang tipis, menyampaikan, semoga pihak berwenang bisa berhenti jadi penonton yang baik dan mulai bertindak dengan sungguh-sungguh. Jangan sampai uang rakyat yang dipakai untuk membayar gaji dan operasional aparat malah jadi biaya untuk memelihara bisnis ilegal yang jelas merusak moral dan kesehatan masyarakat.


Hingga berita ini dibuat, pihak APH setempat masih sangat sibuk, sehingga belum bisa memberikan keterangan resmi. Atau mungkin, mereka sedang dalam proses memperbarui sistem informasi agar bisa lebih efisien dalam menangani kasus seperti ini? Siapa tahu saja.

Tim Red*

Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung terimakasih

Lebih baru Lebih lama
Hasil penelusuran

نموذج الاتصال