SPBU 243.511 37 Bandar Lampung Diduga Jodohin BBM Subsidi sama Mafia Pengecoran, Warga Ketemu Stok Habis

 

BANDAR LAMPUNG, HD7.id – Bukan cuma drama sinetron aja yang ada adegan "rahasia tersembunyi", nih! SPBU 243.511 37 yang terletak di Sukadanaham, Kecamatan Tanjung Karang Barat, baru-baru ini jadi sorotan karena diduga melakukan "hubungan khusus" dengan sindikat mafia pengecoran minyak bikin warga sekitarnya geram.


Ceritanya bukan cuma sebatas rumor belaka. Minggu kemarin (04/01/2026), banyak warga yang datang dengan harap tinggi mau isi BBM subsidi buat ngantar anak sekolah atau ngangkut hasil dagang, tapi malah ketemu kejutan "jenius": Stok BENSIN Habis Pak. Bu..?


Seperti orang yang baru bangun tidur panjang! Padahal beberapa menit sebelumnya, para pengecor dengan mobil tangki kecil mereka udah kayak "kerbau yang dapet rumput segar" bolak-balik ngisi tanpa ada hambatan sedikit pun.


"Kita kan rakyat biasa, ya sudah lah ya harusnya terbiasa dikasih tahu 'habis'. Padahal kan jelas kan, sebelum kita datang mereka udah dibagi-bagi sama orang-orang tertentu. Kayaknya kita aja yang tidak berhak dapetin subsidi negara yang kita bayarin sendiri lewat pajak," ujar seorang warga dengan nada penuh keputusasaan yang bercampur iri hati, iri sama bagaimana para pengecor kok bisa.

 

Yang paling "menarik", dugaan adanya kolusi di balik semua ini sudah bukan rahasia baru. Seolah ada "perjanjian diam-diam" yang membuat oknum di SPBU dan mafia pengecoran hidup rukun seperti keluarga besar. Sementara rakyat kecil? Cukup jadi penonton yang tidak punya pilihan selain menerima nasib atau cari BBM di SPBU lain yang mungkin juga punya "program serupa".


Ketua LSM Simulasi Lampung, Agung, juga langsung "ngegas" ngomongnya,"Kita gak bakal biarin ini cuma jadi omongan belaka! Akan segera kirim surat resmi ke pihak berwajib, mulai dari Polisi sampe Direktorat Jenderal Migas. Ini bukan cuma masalah stok habis, tapi masalah keadilan dan integritas sistem subsidi negara!" Kayaknya Agung udah siap jadi "superhero" buat rakyat kecil nih!


Sayangnya, sampai berita ini dibuat, tim wartawan yang udah coba hubungi pengelola SPBU 243.511 37 kayak cari sinyal di dalam gua ngga dapet tanggapan sama sekali! Seolah mereka sedang sibuk "mengikuti workshop" tentang cara menghindari pertanyaan atau mungkin sedang "liburan mental" dari tanggung jawab yang mereka punya.

 

Publik sekarang cuma bisa berharap bahwa para aparat penegak hukum akan benar-benar "Turun Gunung" dan bertindak, bukan hanya sekadar bikin pernyataan yang "kaya sup tanpa daging" banyak kata tapi tidak ada isi!***

Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung terimakasih

Lebih baru Lebih lama
Hasil penelusuran

نموذج الاتصال