TANGGAMUS, HD7.id – Kepala Sekolah SMAN 1 Air Naningan Hairani, M.Pd., tidak dapat ditemui untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang telah beredar di masyarakat. Kamis (29/1/2026)
Upaya bertemu wawancara awak media suda melakukan dua kali, namun tidak berhasil mendapatkan tanggapan langsung dari pihaknya.
Pemberitaan tentang dugaan penggunaan dana BOS yang tidak transparan di sekolah tersebut telah menjadi perhatian publik beberapa waktu lalu.
Hairani melalui pesan WhatsApp menyatakan kesediaannya untuk bertemu dengan awak media di sekolah.
"Senin ya bang insyaallah," tulisnya dalam pesan yang diterima awak media pada Senin (19/1),
Namun, ketika awak media datang ke lokasi sesuai janji, ponsel milik Hairani tidak dapat dihubungi dan tidak ada tanggapan atas pesan yang dikirimkan. Belum diketahui apakah terdapat masalah teknis pada perangkatnya atau pihaknya sengaja tidak merespon.
Ketika awak media kembali mengunjungi sekolah untuk mencari klarifikasi, Hairani tidak berada di sekolah. Salah satu dewan guru yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa kepala sekolah tersebut telah keluar sejak sekitar pukul 10.00 WIB dengan alasan dinas luar.
"Kepsek tadi pagi ada bang, sekitar jam 10 beliau udah pergi kayaknya, kalau gak salah dinas luar bang," ujarnya pada Senin (26/1),
Masyarakat sekitar sekolah mengungkapkan kekhawatiran terhadap sikap menghindar yang dilakukan oleh sang kepala sekolah.
"Kenapa kepala sekolah terkesan sembunyi-sembunyi, toh awak media hanya meminta klarifikasi darinya, jika memang tidak ada indikasi dugaan tersebut, ya bilang saja," kata salah satu warga sekitar sekolah.
Hingga berita ini diterbitkan, Hairani belum memberikan tanggapan apapun, baik secara langsung maupun melalui pesan singkat atau telepon. Awak media akan terus mengikuti perkembangan kasus terkait penggunaan dana BOS di SMAN 1 Air Naningan ini.
Dirgantara7//*

