JAKARTA, HD7.id – Industri media nasional lagi ngadepin persimpangan yang bikin kepala pusing menjelang 2026! Tokoh pers Eric Vr langsung ngomong jelas, waktunya bikin pers jadi lebih bermartabat, inklusif, dan jangan sampai jadi budak algoritma yang cuma mikirin angka kunjungan aja! (31/12/2025)
Dalam refleksi akhir tahun di Jakarta, Eric menegaskan kalau taatin UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 bukan cuma urusan hukum tapi juga komitmen moral yang harus dijaga.
"Kemerdekaan pers bukan artinya bisa seenaknya aja! Di tahun depan, media jangan jadi robot yang cuma mengejar traffic tapi buang-buang kualitas informasi yang jadi hak orang banyak!" ujarnya dengan nada yang jelas-jelas tidak mau main-main.
VISI "PERS INKLUSIF": DARI BOOMERS SAMPE GEN ALPHA SEMUA HARUS TERJANGKAU
Eric baru aja memperkenalkan konsep "Pers Inklusif" yaitu strategi buat merangkul semua lapisan audiens, mulai dari yang sudah tua-tua (Baby Boomers) sampe yang baru aja mulai belajar main gadget (Gen Alpha).
Menurut dia, media harus bisa kasih konten yang relevan tapi jangan sampai ngurangin standar kebenaran. Makanya, ada analisis data mendalam buat pembaca senior, dan juga format visual yang seru-seruan buat anak muda agar semua bisa dapetin informasi yang benar dengan cara yang mereka suka!
LIMA PILAR JURNALISTIK 2026: JANGAN SAMPE KELEWATAN!
Buat bantu praktisi media menghadapi tantangan tahun depan, Eric juga merumuskan lima prinsip utama yang harus dijunjung tinggi kayak batu nisan:
1. Akurasi Mutlak: Kebenaran lebih penting dari kecepatan – jangan jadi yang pertama ngasih berita tapi salah total!
2. Independensi: Jaga jarak sama semua kepentingan – jangan ada yang merasa lebih spesial dari yang lain!
3. Kemanusiaan: Empati dan penghormatan HAM harus jadi prioritas – jangan sampe berita bikin orang tersakiti tanpa alasan!
4. Transparansi: Buka diri buat dikoreksi dan kasih kesempatan orang lain buat menjawab – jangan jadi yang selalu merasa benar!
5. Inovasi Beretika: Pakai AI boleh aja buat cepetin kerjaan, tapi jangan sampai gantiin proses verifikasi dan rasa hati manusia – mesin belum bisa baca nuansa kayak kita!
JAGA KEPERCAYAAN PUBLIK, KARENA ITU PEMBANGUNAN DEMOKRASI!
Eric juga mendorong semua organisasi pers buat lebih serius bina integritas jurnalis. Ia bilang martabat jurnalistik itu adalah aset paling berharga jangan sampai hancur gara-gara hoaks atau berita yang nggak seimbang.
"Sekali kepercayaan orang banyak ilang, maka pilar keempat demokrasi kita juga bakal roboh deh! Pers harus tetap jadi penjaga gawang informasi yang bisa dipercaya sama seluruh bangsa Indonesia," pungkasnya dengan semangat yang membara.
(Tim Red: Dirgantara)

