TANGGAMUS, HD7.id – Keamanan fasilitas pendidikan di wilayah Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, kembali menjadi sorotan. Kali ini giliran SDN 1 Karang Anyar yang menjadi korban tindak pidana pencurian, di mana sejumlah perangkat elektronik penting hilang dibawa kabur pelaku.
Kejadian yang meresahkan ini terjadi pada hari Minggu, tanggal 05 April 2026, sekira pukul 14.00 WIB. Laporan resmi telah dicatat dengan Nomor LP/B-12/IV/2026/SPKT Unitreskrim Polsek Wonosobo, dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Kronologis Kejadian
Bermula ketika pihak sekolah mendapatkan informasi dari anak-anak yang sedang bermain di area sekolah bahwa akses bangunan maupun pintu gerbang terlihat dalam kondisi terbuka. Menindaklanjuti informasi tersebut, pelapor segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan keamanan.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan, ditemukan fakta bahwa pintu ruang kantor guru telah terlihat terbuka paksa atau dijebol oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut di dalam ruangan, diketahui bahwa sejumlah barang inventaris milik sekolah telah hilang dibawa pelaku.
Daftar Barang yang Hilang
Barang-barang yang berhasil diamankan dan dibawa kabur oleh pelaku antara lain:
1. 1 (satu) unit Speaker Aktif merk VENUS RMS 15 W berwarna hitam.
2. 1 (satu) unit Printer merk Brother tipe DCP-L2540DW berwarna hitam.
Estimasi Kerugian
Akibat peristiwa tersebut, pihak sekolah mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai angka Rp 5.500.000,- (lima juta lima ratus ribu rupiah).
KEPALA SEKOLAH: "INI SUDAH MERAJALELA, BANYAK SEKOLAH JADI KORBAN"
Sumiyati, Kepala Sekolah SDN 1 Karang Anyar, mengaku sangat prihatin dan khawatir atas kejadian tersebut.
"Kami sangat kecewa dan merasa dirugikan. Padahal kami sudah berupaya mengamankan aset sekolah, namun tetap bisa ditembus pelaku. Barang yang hilang itu sangat penting untuk menunjang kegiatan belajar mengajar," ujar Sumiyati saat dikonfirmasi, Selasa (28/4).
Lebih lanjut, Sumiyati menegaskan bahwa fenomena pencurian di lingkungan sekolah belakangan ini terlihat semakin marak dan meresahkan. Ia menyoroti bahwa bukan hanya sekolahnya saja, melainkan sederet sekolah SDN lain di wilayah yang berdekatan juga mengalami nasib serupa.
"Sebenarnya ini sudah sangat merajalela. Akhir-akhir ini banyak sekali kejadian serupa. Sebelumnya juga sudah terjadi di SDN Sri Dadi, Dadisari, Muhammadiyah, hingga di wilayah kecamatan Semaka di sekolahan Sudimoro. Jaraknya juga tidak berjauhan dari kejadian tempat kita," ungkap Sumiyati.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran kuat bahwa ada kelompok tertentu yang secara sengaja menyasar fasilitas pendidikan satu per satu di wilayah tersebut.
"Kami sangat berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti dan menangkap pelakunya, supaya tidak ada lagi sekolah lain yang menjadi korban," pungkasnya.
Saat ini, pihak kepolisian melalui Polsek Wonosobo terus melakukan penyelidikan mendalam guna melacak keberadaan pelaku serta barang bukti yang hilang guna diproses sesuai hukum yang berlaku.
Dirgantara7/***

