BEKASI, HD7.id – Pengajian mingguan Majelis Ta'lim (MT) Nahdhotussyubban menjadi tempat perlindungan hati bagi masyarakat Kota Bekasi dan sekitarnya. Kegiatan dilaksanakan pada Senin malam hingga Selasa (20/1) di Aula Mabes Nahdhotu Ssyubban Jl. H. Namat Rt.01 Rw.02, Kec. Pondok Gede.
Pengajian Dipimpin langsung oleh KH. Zaky Mubarok, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Hidayah sekaligus pengasuh MT Nahdhotu Ssyubban, setiap ceramahnya menyampaikan ilmu sekaligus kedamaian yang membuat jamaah terpesona,
Sebagai ulama muda karismatik dengan wawasan luas, beliau menyampaikan ajaran agama yang lugas namun penuh kasih, menjembatani dengan realitas kehidupan sehari-hari.
Banyak jamaah mengaku takjub karena ceramahnya tidak membosankan dan mendorong untuk merenung.
Kegiatan dimulai setelah salat Ba'da Isya' dengan Mahallul Qiyam bersama, dilanjutkan menyanyikan Indonesia Raya sebagai pengingat cinta tanah air yang menyatu dengan nilai agama. Baru kemudian sesi pengajian resmi dimulai.
KH. Zaky Mubarok, dalam ceramahnya, beliau menyampaikan pesan yang sangat mendalam
"Ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam hati yang gelap karena kesombongan. Rendahkan hatimu, maka Allah akan meninggikan derajatmu." ujarnya
Ia, mengingatkan pentingnya menjaga akhlak dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari
"Setinggi apapun ilmumu, jika tanpa adab, maka engkau hanya akan menjadi orang pintar yang tak bermanfaat." katanya
Pengajian yang berlangsung ramai dikunjungi berbagai kalangan, bahkan dari luar Bekasi.
Pesan beliau tentang ketenangan hidup juga menginspirasi banyak orang untuk merubah pola pikir dan hidup lebih fokus pada hal-hal yang bernilai kekal.
"Bukan dunia yang harus kita kejar hingga lelah, tapi keberkahan Allah-lah yang harus kita jemput." sebutnya
Tak hanya secara langsung, ribuan orang juga menyaksikan melalui kanal resmi MT Nahdhotussyubban di YouTube, Instagram, dan Facebook. Cuplikan ceramahnya sering menjadi tren karena pesannya menyentuh hati dan keimanan.
"Kita duduk di majelis ilmu bukan hanya untuk mencatat teori, tapi untuk membasuh hati agar kembali jernih dengan ridho Illahi," tambah KH. Zaky Mubarok.
Pengajian ini menjadi sarana membersihkan hati dan mendapatkan kekuatan menghadapi tantangan hidup.
Dirgantara7//Sumber: Eric Vr



