TANGERANG, HD7.id – Media sosial heboh dengan promosi unit apartemen Aeropolis, Tangerang, yang menggunakan narasi vulgar dan eksplisit. Unggahan yang beredar menampilkan teks provokatif "Jangan pake gaya itu sayang, aku gampang keluar," yang diduga menarik minat pelanggan di luar konteks penginapan biasa.
Pemasaran melalui platform video pendek tersebut tidak hanya menawarkan hunian, tetapi secara terang-terangan menggunakan narasi seksualitas demi meningkatkan okupansi.
Di kolom komentar, terlihat interaksi antara akun penyedia jasa sewa dengan calon penyewa yang menanyakan ketersediaan unit, dengan nilai jual utama "bebas" dan "aman".
Penggunaan kalimat yang menjurus asusila mengindikasikan upaya normalisasi praktik prostitusi atau kegiatan non-suami istri di kawasan hunian vertikal tersebut.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan terkait kontrol dari pengelola apartemen dan aparat penegak hukum apakah hunian yang seharusnya nyaman kini beralih fungsi menjadi tempat praktik asusila singkat (short-time).
"Promosi seperti ini sangat meresahkan. Mereka tidak lagi menjual fasilitas kamar, tapi menjual pengalaman seksual yang dibungkus dengan istilah staycation," ujar salah satu netizen yang terganggu.
Jika terbukti memfasilitasi prostitusi, pengelola maupun agen sewa dapat dikenai sanksi berdasarkan UU ITE tentang konten asusila dan Perda pemberantasan pelacuran.
Lemahnya pengawasan di pintu masuk sering dimanfaatkan oknum untuk menjalankan bisnis gelap tanpa verifikasi identitas ketat.
Masyarakat mendesak kepolisian dan Satpol PP Kota Tangerang untuk melakukan sidak dan menertibkan akun yang mempromosikan dengan narasi melanggar norma kesusilaan agar citra kota tidak tercoreng.
Hingga 3 Januari 2026, pihak Satpol PP dan Polres Metro Kota Tangerang belum memberikan respon meskipun telah dilakukan konfirmasi melalui Humas dan Kabid Tibun.
(PRIMA)

