Tanggamus, HD7.id - Proyek pembangunan dapur MBG di Pekon/desa Pulau Panggung, Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, menghadapi serangkaian permasalahan yang mengganggu kelancaran pekerjaan dan kesejahteraan para pekerja.
Masalah tersebut mencakup keterlambatan pencairan gaji, kurangnya penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, hingga dugaan penyimpangan pada pengerjaan bagian plafon dan kusen.
Kabar ini diperoleh dari keterangan Kepala Tukang, Sapar, yang ditemui pada Sabtu (07/02/2026). Menurutnya, para pekerja mengalami keterlambatan pembayaran gaji yang seharusnya dicairkan setiap hari Sabtu.
"Baru-baru ini sering terlambat dua atau tiga hari," ujar Sapar. Ia mengungkapkan bahwa dirinya berencana mengambil cuti sementara atau bahkan berhenti bekerja untuk istirahat, namun menegaskan hak atas gajinya tidak boleh dikurangi.
Selain masalah gaji, para pekerja harian juga tidak dapat menggunakan APD secara lengkap karena tidak disediakan oleh pihak perusahaan. Sesuai peraturan keselamatan kerja yang berlaku di Indonesia, penyediaan APD merupakan kewajiban pengusaha yang harus diberikan secara cuma-cuma kepada pekerja.
Ditemukan pula informasi bahwa pekerjaan plafon dan kusen yang seharusnya dikerjakan oleh tim dari kantor perusahaan, ternyata dijalankan oleh Yanto, seorang pekerja pelapisan yang datang khusus dari Kota Bumi dan diangkat oleh Supervisor Konstruksi (Supkon) bernama Yono.
Ketika diwawancarai pada hari yang sama, Yanto mengakui bekerja sama dengan Supkon Yono dalam menangani bagian pekerjaan tersebut, meskipun sebelumnya pihak proyek mengklaim pekerjaan dilakukan oleh tim kantor.
Sampai saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak perusahaan, Supkon Yono, maupun Yanto terkait keluhan dan dugaan yang diajukan.***


