Jalan di Dusun Sari Bumi Wates Selatan Pringsewu Rusak Parah, Diduga Dampak Aktivitas Galian C

 


PRINGSEWU, HD7.id – Jalan di Dusun Sari Bumi, Pekon/desa Wates Selatan, Kabupaten Pringsewu, Lampung, rusak parah dan sulit ditempuh akibat aktivitas tambang galian C yang diduga dikendalikan seseorang bernama Sandi. Kondisi jalan tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, namun juga dicurigai berkaitan dengan terjadinya banjir kemarin di wilayah tersebut.

 

Aktivitas penggalian telah berlangsung lama dengan pergantian pemborong secara berkala. 


"Pemborongnya ganti-ganti yang sekarang pak sandi namanya. Lewat sini setiap hari, mobil pengangkutnya sedikitnya aja 10 mobil terkadang sampai 20 mobil yang lewat gimana nggak rusak," ujar salah satu warga yang tinggal di pinggir jalan pada Jumat (13/2/2026).

 

Warga pinggir jalan mengaku pernah menerima kompensasi berupa uang tunai Rp50 ribu sekali saja, serta beras 5 kg dan minyak. Namun bantuan tersebut tidak diberikan secara berkelanjutan dan hanya untuk sebagian warga. 


"Itu memang dikasih ganti rugi... uang kompensasi debu Rp50 ribu, cuman baru itu sama lagi kemarinnya beras 5kg sama minyak udah dan yang dikasih, cuman yang dekat ini aja, yang pinggir jalan ini aja," jelasnya.

 

Jalan dari warga untuk masyarakat 

Menurut regulasi nasional, perusahaan tambang tidak diwajibkan memberikan uang tunai langsung sebagai kompensasi, namun harus menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) melalui pembangunan infrastruktur, fasilitas publik, atau program ekonomi masyarakat. Bantuan yang diterima warga belum memenuhi standar tanggung jawab sosial yang seharusnya diberikan secara berkelanjutan.

 

Kekesalan juga datang dari pemilik tanah yang semula menyediakan akses jalan untuk masyarakat. 


"Sebenarnya saya dulu tuh kasih jalan, ternyata ya kayak gini lah nggak bisa ngomong lagi saya udah udah males saya ngomong," ucapnya dengan nada kesal.

 

Senada dengan itu, warga inisial MR (34) mengeluhkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. 


"Jalan kaki susah, saya montor aja kotor kayak gitu... jalan kaki aja sampai jinjing-jinjing baju gitu susah tuh," katanya tak mau disebutkan nama secara lengkap.

 

Upaya masyarakat untuk melapor ke aparat pekon sebelumnya hanya menghasilkan penanganan yang tidak memuaskan. 


"Udah ya katanya suruh timbun-timbun dah gitu aja," ucap ibu MR menirukan ucapan dari pihak pekon. 


Ia juga menyindir kemungkinan hubungan antara aktivitas penggalian dengan banjir. 


"Kemarin Sari Bumi banjir gede, mungkin dampak dari situ ya? Nah, makanya dampak dari digundulin ini ya bang," katanya sambil menunjukkan rasa khawatir.

 

Banyak nya aktivitas  penambangan galian C di lokasi tersebut sehingga warga selalu merasakan kekhawiran akan dampak dikemudian hari 

Masyarakat berharap jalan segera diperbaiki dan pihak berwenang mengambil tindakan tegas terkait aktivitas penggalian agar tidak menyebabkan dampak buruk lebih lanjut. 


"Harapannya nanti supaya dibagusin biar nggak becek kalau jalan biar nggak debu," pinta warga.


Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait masalah berita dan tanggungjawab terkait aktivitas tersebut, pihak yang mengaku bernama Sandi langsung membalas pesan seolah bola liar  


"Ooo ya pak langsung telfon bos nya aja pak," tulisnya dalam pesan pertama, menambahkan bahwa pihak yang bertanggung jawab adalah bosnya. 


Sandi memberikan balasan pesan WhatsApp  dengan cepat-cepat memberikan nomor kontak yang bernama Suswanto


"Ya itu bos nya telfon aja pak kalok mengenai berita, saya tidak tau menau kalok soal berita, kita cuman dilapangan," dalih sandi pada (13/2) pukul 19.08 WIB,


Hingga berita ini diterbitkan, masih banyak kejanggalan yang belum terungkap. Publik masih bertanya-tanya tentang sosok sebenarnya Suswanto, apakah aktivitas galian C tersebut memiliki izin resmi berupa Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, serta apa nama dari badan hukum resmi (baik berupa Perseroan Terbatas/PT atau CV) yang menjalankan aktivitas Tambang Galian C tersebut.

 

Seluruh pertanyaan ini akan terus ditindaklanjuti untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak terkait. Nantikan episode selanjutnya.


Dirgantara7//tim*

Berkomentarlah dengan sopan agar kita bisa memberikan pengalaman yang baik untuk pengunjung terimakasih

Lebih baru Lebih lama
Hasil penelusuran

نموذج الاتصال