TANGGAMUS, HD7.id– Personel Polsek Wonosobo, Polres Tanggamus, melakukan patroli dan pemantauan intensif di aliran Sungai Way Banding, Kecamatan Bandar Negeri Semuong (BNS). Langkah ini diambil menyusul meluapnya sungai yang menyebabkan genangan air di sejumlah permukiman warga, Senin (13/4/2026) sore.
Kapolsek Wonosobo, Iptu Tjasudin, S.H., menyatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi terkini di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi banjir susulan.
“Kami melaksanakan patroli serta pengecekan debit air Sungai Way Banding karena sebelumnya sempat meluap ke permukiman warga,” ujar Tjasudin mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, S.I.K., M.H., Selasa (14/4/2026).
Berdasarkan data di lapangan, luapan air tersebut merendam tiga pekon, yaitu Pekon Gunung Doh, Pekon Banding, dan Pekon Raja Basa. Akibat kejadian ini, tercatat sekitar 20 rumah warga tergenang air.
Tjasudin menjelaskan, penyebab meluapnya Sungai Way Banding diduga kuat akibat kiriman air dari wilayah hulu, tepatnya Kecamatan Suoh, Lampung Barat. Volume air yang meningkat signifikan tersebut membuat debit sungai melampaui batas normal.
“Air sempat masuk ke rumah warga, namun saat ini debit air sudah mulai surut dan tidak ditemukan tanda-tanda adanya luapan susulan,” jelasnya.
Meski kondisi air mulai surut, pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai untuk tetap waspada.
Warga diminta memperhatikan cuaca, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu yang berpotensi memicu kenaikan debit air kembali.
“Warga di sekitar sungai agar waspada saat hujan di hulu. Jika ada kenaikan debit air, segera laporkan ke petugas,” tandasnya.
Dirgantara7//Roli.y


